Masalah keaneragaman hayati


Keanekaragaman hayati (biodiversity atau biological diversity) meliputi semua organisme mulai dari organisme bersel tunggal hingga organisme tingkat tinggi. Di dunia terdapat lebih dari 1.75 juta jenis dari organisme yang diketahui. Sampai saat ini pun penggolongan jenis dari organisme belum sepenuhnya mengungkapkan seluruh jenis hewan, tumbuhan dan mikrorganisme yang ada di dunia.

Masyarakat dimanapun berada merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari berbagai organisme. Masyarakat secara alamiah telah mengembangkan pengetahuan dan teknologi untuk memperoleh kehidupan dari keragaman hayati yang ada di lingkungannya baik yang hidup secara liar maupun budidaya. Semua lapisan masyarakat mengembangkan pengetahuan dan teknologi untuk memanfaatkan keragaman hayati di darat, sungai, danau dan laut untuk memenuhi berbagai kebutuhan hidup.

Ironisnya, ditengah pemanfaatannya, sekarang ini organisme-organisme tersebut baik yang sudah diketahui maupun yang belum diketahui terancam punah. Menurut data publikasi tentang kepunahan keanekaragaman hayati oleh E.O. Wilson di bukunya The Curent State of Biological Diversity menyatakan bahwa setiap tahunnya terdapat sekurang-kurangnya 1-100 spesies akan punah setiap tahunnya. Bahkan tercatat menurut data IUCN, bahwa etidaknya 236 spesies tumbuhan dan 51 spesies binatang liar yang berada di Kalimantan terancam. saat ini Indonesia memiliki daftar terpanjang di dunia mengenai specses yang terancam, yakni 1.170 spesies.

 

image

Gambar 1, Berkurangnya hayati akibat pembangunan dan penggundulan hutan.

Sumber: Wilson, The Current State of Biological Diversity book.

Menyadari akan pentingnya menjaga keanekaragaman hayati, menyebabkan perlu adanya sebuah cara untuk menyelesaikan masalah tersebut. Pada tahun 1992, Gagasan pertama kali untuk melestarikan keanekaragaman hayati telah di selanggarakan secara global di UNEP (United Nations Conference on Environment and Development) yang diselenggarakan di Rio de Janerio, Brazil. Dari situ telah dihasilkan CBD (Convention on Biological Diversity) yang tak lain adalah kesepakatan untuk melestarikan keanekaragaman hayati.

Pada kenyataannya, upaya untuk melestarikan lingkungan khususnya untuk menjaga keanekaragaman hayati sangat bertentangan dengan rencana pembangunan. Hal ini menyebabkan usaha untuk melestarikan keanekaragaman hayati menjadi tersendat. Namun, seiring berjalannya waktu tepatnya pada awal tahun 2000an, manusia telah menyadari perbuatannya dan berusaha untuk menjaga keanekaragaman hayati.

Masalah-masalah dalam Keanekaragaman Hayati

 

Masalah utama dalam biodiversitas adalah turunnya keanekaragaman hayati yang diakibatkan oleh pencemaran lingkungan hidup hayati. Lingkungan untuk keanekaragaman hayati mliputi hutan, air, tanah, udara, dan laut. Pencemaran dan kerusakan lingkungan hayati (ekosistem) merupakan penyebab turunnya keanekaragaman hayati (lihat gambar 3 dan gambar 4 pada lampiran). Secara umum, rusaknya suatu ekosistem disebabkan oleh perusakan habitat, pembudidayaan spesies tertentu, polusi zat-zat kimia, pemburuan liar, erosi tanah, dan usaha pencagaran yang tidak berjalan lancar.

Yang menjadi dasar dari masalah perusakan ekosistem. ini adalah perubahan fungsi suatu ekosistem menjadi fungsi yang lain. Hal-hal yang menyebabkannya antara lain penggundulan hutan, pembangunan, dan pembuatan bendungan. Menurut data statistik kehutanan, hutan Indonesia seluas 141,8 juta pada tahun 1991. Pada tahun 2001, menjadi 108,6 juta turun 32,2 juta ha. Hal ini mengakibatkan banyak spesies punah.

Jumlah spesies yang ada di bumi ini sangat beraneka ragam. Hingga saat ini, diperkirakan ada 13.620.000 spesies dan 1.750.000 diantaranya telah teridentifikasi (lihat lampiran tabel 1 pada lampiran). Dari sekitar 12,8 % spesies yang telah teridentifikasi tersebut hanya sedikit yang berguna bagi kehidupan manusia, misalnya seperti kelapa sawit, padi, tembakau, bawang merah, sapi, ayam, Sacharomyces sp, dan lain sebagainya (Hunter, Fundamentals Conservation of Biology). Manusia hanya menginginkan untuk memperbanyak spesies-spesies tertentu yang berguna baginya. Akibatnya, spesies-spesies lain yang dianggap belum berguna karena belum diketahui fungsinya bagi kehidupan manusia terancam punah. Dikhawatirkan apabila hal ini terus berlangsung maka jumlah spesies di muka bumi ini semakin berkurang.

Zat-zat seperti CO2, SO2, CFC, NOX, N2O5, dan CH4 merupakan zat yang paling berdampak pada keanekaragaman hayati. Zat-zat tersebut dapat menyebabkan pemanasan global, penipisan lapisan ozon, dan hujan asam yang sangat mempengaruhi keadaan suatu ekosistem menjadi layak untuk dijadikan habitat kehidupan atau tidak. Selain itu juga ada limbah yang dihasilkan oleh industri, rumah tangga, pertanian, peternakan, dan perikanan. Hal ini menyebabkan hanya spesies tertentu saja yang dapat hidup. Terutama spesies yang dapat beradaptasi dengan lingkungan yang baru.

Pengambilan SDA secara liar menyebabkan berkurangnya keanekaragaman hayati. Hal ini dapat berupa pemancingan ikan, pemburuan hewan, dan penebangan hutan secara ilegal. Sampai saat ini tercatat di Indonesia bahwa pemancingan ikan secara ilegal mencapai 180 kasus pertahun. pemburuan hewan secara ilegal diakibatkan karena kebutuhan daging selalu meningkat sekitar 20% per tahun. penebangan hutan secara ilegal mencapai 138 kasus.

Ekosistem yang berada di air mencakup sungai, danau, air tawar, dan laut. Dalam ekosistem air terdapat berbagai jenis organisme seperti ikan, alga, dan terumbu karang. Akibat adanya erosi tanah kedalaman air baik di sungai, danau, air tawar, dan laut semakin berkurang. Pendangkalan tersebut menyebabkan wilayah untuk hidup semakin berkurang sehingga organisme yang hidup terancam punah.

Usaha untuk mengatasi penurunan jumlah keanekaragaman hayati sudah ada. Yaitu dengan metode in situ dan ex situ. In situ adalah pencagaran di tempat hidupnya sendiri. Ex situ adalah pencagaran di tempat hidup yang lain.Namun, pada prakteknya usaha tersebut masih memiliki masalah. Masalah pada pencagaran in situ adalah masalah semakin sempitnya luas habitat. Untuk ex situ sendiri, tersendat karena masalah biaya yang sangat besar hingga miliaran rupiah. Di indonesia sendiri, baik in situ dan ex situ tidak berjalan dengan baik. Diperkirakan 126 jenis burung, 63 mamalia, dan 21 jenis reptilia di Indonesia terancam punah.

 

Faktor-faktor Penyebab

 

Apabila disimpulkan dari masalah yang terjadi pada keanekaragaman hayati disebabkan oleh banyak faktor. Faktor-faktor yang menyebabkannya dibagi menjadi dua jenis, yaitu faktor yang terjadi secara alami dan faktor yang terjadi akibat dari ulah manusia (antropogenik).

1. Faktor Alami

Faktor-faktor alami berkaitan dengan masalah adaptasi suatu organisme. Apabila dapat beradaptasi terhadap kondisi yang baru maka organisme tersebut akan bertahan hidup. sedangkan, apabila tidak dapat beradaptasi maka organisme tersebut tidak dapat bertahan hidup.

2. Faktor Antropogenik

Faktor secara antropogenik cenderung yang paling mengakibatkan kerusakan pada lingkungan. Faktor-faktor tersebut seperti pertambahan jumlah penduduk, kurangnya kesadaran, pemahaman, dan kepedulian untuk menjaga keanekaragaman hayati, pesatnya pembangunan, dan penegakan hukum yang lemah.

 

Pengaruh Terhadap Kehidupan Sosial, Ekonomi, dan Budaya

 

Pertimbangan ekonomi sangat dipengaruhi oleh pandangan bahwa pembangunan ramah lingkungan adalah mahal. Dengan demikian pro terhadap lingkungan hidup dipandang sebagai anti pembangunan. Secara implicit pandangan ini mengandung anggapan bahwa lingkungan hidup hanya berfungsi sebagai sumber daya ekonomi. Fungsi ekologinya dianggap tidak ada sehingga tidak tidak diperhitungkan dalam kehidupan. Hal ini menyebabkan adanya keinginan untuk mengeksploitasi SDA yang memiliki nilai guna dan nilai jual di masyarakat. Akibatnya, organisme lain yang tidak berguna dihilangkan demi mendapatkan keuntungan yang maksimal.

Saat ini, kondisi keanekaragaman hayati dalam tingkat memerlukan pelestarian. Pelestarian disini sangat erat kaitannya dengan masalah sosial dan budaya. Dengan adanya pelestarian maka organisme-organisme yang terdapat di bumi akan terjaga dengan baik. Keanekaragaman hayati yang ada sekarang bisa dinikmati oleh generasi-generasi yang akan datang. Sehingga memungkinkan untuk mencari fungsi suatu spesies yang belum diketahui manfaatnya untuk diteliti dan digunakan di masa depan.

Adanya kemajuan IPTEK untuk mengunggulkan suatu organisme tertentu juga berpengaruh terhadap kehidupan sosial, ekonomi, dan budaya manusia. Misalnya dalam penemuan padi bibit unggul. Dengan penemuannya tersebut para petani beralih untuk menggunakannya. Keuntungan dari penggunaannya adalah panen lebih cepat sehingga kebutuhan manusia cepat terpenuhi akibatnya pendapatan para petani naik.

 

Penyelesaian Masalah Keanekaragaman Hayati

 

Masalah keanekaragaman hayati sangat berhubugan apabila ditinjau dari masalah segi ekologis, sosial, ekonomis maupun budaya. Yang bermasalah adalah fungsi keanekaragaman yang bertolak belakang dari segi ekologi dengan segi ekonomi. keduanya mempengaruhi kehidupan sosial dan budaya. Oleh karena itu, upaya untuk menyelesaikan masalah ini adalah untuk mensinergikan antara segi ekologi dengan segi ekonomi. hal-hal yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut :

- Adanya kesadaran mulai dari diri sendiri untuk menjaga lingkungan. Dengan dimulai dari atur diri sendiri akan bersifat fleksibel terhadap pelestarian keanekaragaman hayati. Manfaat keanekaragaman hayati itu sangat banyak. oleh karena itu perlu dilestarikan.

- Pengembangan agrowisata. Dengan mengembangkannya maka akan mendapatkan dua fungsi sekaligus yaitu untuk menjaga keanekaragaman hayati dan fungsi ekonomi.

- Melaksanakan pembangunan ramah lingkungan

- Mengupayakan adanya eco-industrial. Dengan eco-industrial dapat mengurangi jumlah limbah dan meningkatkan pendapatan dari penggunaan ulang atau penjualan limbah.

- Berusaha untuk meminimalisir penggunaan barang-barang seperti plastik dan kertas. Mengupayakan untuk mendaur ulang barang-barang yang bisa didaur ulang demi menjaga keanekaragaman hayati.

- Menggunakan sistem pengelolaan hama terpadu (PHT). Dengan adanya PHT, dapat menjaga rantai makanan yang berdampak pada pelestarian keanekaragaman hayati.

- Memaksimalkan sistem pencagaran baik secara in situ maupun ex situ.

About these ads
Comments
13 Responses to “Masalah keaneragaman hayati”
  1. penyelesaian masalah keanekaragaman hayati salah satunya dengan kesadaran yang dimulai dari diri sendiri dimana setiap tindakan senantiasa memperhitungkan dampak yang ditimbulkannya. jika tidak bisa menghindari dampaknya minimal memperkecil dampak yang ditimbulkan.

  2. thanks postingannya tentang lingkungan…
    hehehe… :D
    angkatan brapa?

  3. lischer says:

    angkatan 2008, kamu?

  4. malik.ganteng says:

    terima kasih atas infonya :)

  5. Ha..ha thanks ew btw lg nxapain

  6. jun says:

    lumayan bagus…. tapi saya msih bingung sma tugas sya yang ngk jelas……………………………………

  7. Thanks, bro. Nice posting!

  8. mega silvia d says:

    thanks yeah atas infonya. but kurasng banyak

  9. i putu suka ardana says:

    cukup bagus, cuma bisa nggak dicantumkan sumber atau referensinya.

  10. share tentang aktivita manusia yang merugikan dan menguntungkan untuk kehidupan hayati,,, pleaseeee……….. :)

  11. Ryna juanti sahara says:

    Makasih,, postingan.y sangat membantu. :)

  12. Yelna says:

    wuo… ngga nyangka ternyata dulu aku pernah buka webnya kak kenny.. hahaha.. itu buat tugas MPKT kalo ngga salah…

Trackbacks
Check out what others are saying...


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

    • 395,922 pendatang
  • Calendar

    June 2010
    M T W T F S S
    « May   Nov »
     123456
    78910111213
    14151617181920
    21222324252627
    282930  
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 31 other followers

%d bloggers like this: