Resonansi dalam Struktur Lewis


Ketika kita menggambarkan struktur Lewis dari Ozon (O3), aturan oktet akan terpenuhi jika kita menempatkan ikatan rangkap dua di antara atom O pusat dengan salah satu dari dua atom O ujung. Karena itu kita dapat menggambarkan ikatan rangkap dua baik dengan atom O pada ujung kiri maupun kanan, dan keduanya merupakan struktur yang identik.

image

Gambar 1.1 Struktur Lewis Ozon

Faktanya kedua struktur ini tidak ada yang benar karena panjang ikatan dua ikatan O ternyata memiliki nilai yang sama diantara panjang O – O dan O=O, padahal menurut struktur diatas, kedua ikatan pada atom O pusat akan memiliki panjang yang berbeda dikarenakan ikatan tunggal akan memiliki panjang ikatan yang lebih panjang dibandingkan dengan ikatan rangkap.

Keanehan pada ikatan O3 ini dapat diatasi dengan menggunakan konsep resonansi, pada struktur resonansi terdapat dua atau lebih struktur Lewis untuk satu molekul yang tidak dapat dinyatakan secara tepat dengan hanya menggunakan satu struktur Lewis. Istilah resonansi itu sendiri berarti penggunaan dua atau lebih struktur lewis untuk menggambarkan molekul tertentu. Dalam kasus ozon ini, struktur resonansi dari molekul O3 dapa digambarkan dengan menggunakan kedua struktur Lewisnya.

image 

Gambar 1.2 Struktur resonansi Ozon

Istilah resonansi sering disalahartikan dengan mengatakan bahwa molekul seperti ozon berpindah secara cepat dari satu struktur resonansi ke satu striktur resonansi lain. Namun hal ini tidaklah tepat karena perlu diingat bahwa tidak satupun dari struktur resonansi yang diberikan dapat menggambarkan secara tepat struktur resonansi yang sesungguhnya, yang merupakan struktur tesendiri yang unik dan stabil. Konsep resonansi hanyalah sebuah cara untuk menggambarkan model ikatan tersebut Contoh lainnya dari molekul yang beresonansi adalah benzena (C6H6), ion NO2-, dan ion NO3.

image

Gambar 1.3. benzena

image

Gambar 1.4. ion NO2-

image      

Gambar 1.5. ion NO3-

Oleh karena banyaknya struktur yang terbentuk apabila mengalami resonansi maka dalam penggambaran struktur lewis nya dengan mendistribusikan kepadatan elektron yang sama di antara ikatan. Biasanya ditandai dengan garis putus-putus. Untuk molekul benzena (C6H6), biasanya digunakan lambang lingkaran didalam struktur benzen yang menunjukan distribusi yang merata dari ikatan sekeliling cincin karbon.

image

Gambar 1.6. Garis putus-putus pada NO2- dan NO3- dan lambang lingkaran pada C6H6

Molekul-molekul yang mengalami resonansi dalam pembentukan ikatan kimia akan memiliki energi yang lebih rendah atau sering disebut dengan energi resonansi. Dengan adanya energi resonansi menandakan molekul yang mengalami resonansi lebih stabil daripada molekul dengan ikatan kimia yang biasa.

About these ads
Comments
8 Responses to “Resonansi dalam Struktur Lewis”
  1. Ifandi says:

    Mantap..mksh y

  2. ima says:

    Hmmm….bingung

  3. achie says:

    berarti salah satu ikatan di ion nitrat itu kovalen koordinasi ya?

  4. novena says:

    mau tanya…klw rumus lewis SCL4 apa yahc..???
    Thanks ^_^

  5. puri meitaa says:

    kalau struktur lewis NO2+ apa yah ? dan bagaimana cara membedakan panjang ikatannya N-O pada NO2- dan NO2+ ? makasih

  6. zanata says:

    wah, sya baru tau resonansi itu apa, thanks!

  7. yuliana says:

    thankz kakakk…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 31 other followers

%d bloggers like this: